STIEBBANK

Kampus Pencetak Pengusaha

Sekolah Impian

Gantungkan cita-citamu setinggi langit …Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang (Soekarno)

 

Cita-cita bukanlah janji yang harus kamu tepati (Anies Baswedan)

Bicara impian, setiap orang pasti memiliki impian….

Impian yang tak pernah tau kapan akan terwujud, atau hanya akan menjadi sebatas mimpi yang akan terlupakan.

Ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, memiliki sebuah impian, ingin menjadi seorang guru, ya, walaupun itu sebuah impian yang hampir anak kecil menginginkannya… tapi jarang terlihat ketika sudah tumbuh dewasa ingat jika ingin menjadi seorang guru.

Tapi sayang tidak satupun pelajaran yang dapat aku banggakan semua nilai rata-rata, apalagi pelajaran bahasa inggris, membuat aku bingung ingin menjadi guru dalam bidang apa.

Waktu memasuki sekolah menengah pertama ada satu pelajaran yang tidak ada di sekolah dasar dulu yaitu pelajaran TIK (teknologi informasi komputer). Memperlajari tentang komputer dan mulai dari itu aku mulai belajar komputer dengan otodidak, yang saat itu masih sulit menggunakan internet harus ke warung internet agar dapat browsing. Hampir setiap hari pergi ke warnet untuk mencari tutorial tentang komputer, bermodalkan komputer pentium tiga sebagai kambing percobaan di rumah hehehe.

Setelah lulus sekolah menengah pertama akupun memantapkan untuk melanjutkan ke sekolah menengah kejuruan untuk mengambil jurusan teknologi komputer dan jaringan, mulai dari itu aku sudah tau ingin menjadi guru apa kelak.

Tapi, namanya juga manusia yang berencana lalu Tuhan memutuskan layak atau tidak untuk aku.

Sekarang aku melanjutkan kuliah di STIEBBANK mengambil jurusan Manajemen Ekonomi, beberapa teman, bertanya bingung, sebelumnya mengambil jurusan komputer jaringan tiba-tiba berpindah haluan ke manajemen yang tidak nyambung sama sekali jika orang lain menilai.

Ya, semua ini berawal ketika setelah selesai ujian nasional, seperti pada umumnya liburan sambil menunggu hasil pengumuman. Ketika itu temanku SMK tapi beda jurusan, mengajak untuk mengikuti seminar kewirausahaan yang diadakan di SMM. Lumayanlah, dibayarin sama sekolah dan ditraktir makan sama guru kewirausahaan hehehe.

Singkat cerita, sejak itu sampai sekarang impian itu berubah setelah kuliah yang selalu setiap mata kuliahnya didorong untuk memiliki sebuah bisnis.
Akupun yang dulu ingin menjadi seorang guru sekarang ingin punya bisnis sekolah atau lebih tepatnya punya sekolah sendiri. Tapi entah kata bisnis sekolah, seoalah kata “bisnis” sangatlah terdengar kejam. Terlihat memanfaatkan sebuah pendidikan yang saat ini pemerintah lagi berusaha wajib belajar dua belas tahun.
Akupun mencari makna dari bisnis itu…..

“Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.” (wikipedia.com)

Kutipan dari wikipedia tadi, aku tertarik dengan kalimat “..sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan”

Pernah seorang dosen dalam mata kuliah yang aku ambil, berkata kalau bisnis pendidikan balik modalnya lama…..

Tapi aku teringat kembali ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, alasan ingin menjadi guru karena salut, karena beliau-beliau maka lahirlah individu yang baik, bermoral, berkualitas, bermanfaat untuk keluarganya, dirinya dan orang lain…

Apalagi dalam agama ada tiga amalan yang tidak terputus ketika telah meninggal salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.

“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hmm, itulah bisnis impianku ingin memiliki sekolah sendiri yang memiliki keuntungan untuk orang banyak, tidak hanya orang pintar saja yang bisa sekolah tapi semuanya. Jika orang yang dianggap maaf “bodoh” tidak bisa sekolah dan menikmati fasilitas yang sama apalagi kesempatan yang sama, terus bagaimana caranya dia yang dikatain “bodoh” bisa menjadi disebut si “pintar”? Apalagi bicara sekolah mahal…

Oleh karena itu aku memiliki impian punya sekolah sendiri dan semua orang punya kesempatan yang sama, karena tidak diberi kesempatan itu sangatlah tidak nyaman…

Bolehlah memilik impian, punya sekolah yang memiliki taman yang luas, perpustakaan lengkap dan setiap pagi disapa oleh murid-murid yang lucu dengan senyum tulusnya :)

M Dirga P Putra

1 0
Categories
Bisnis impian

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *



    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>